Latah….nampaknya kebiasaan ini sudah menjadi budaya bagi bangsa ini. Latah Menderita sakit saraf dengan suka meniru-niru perbuatan atau ucapan orang lain. latah juga berarti atah adalah ucapan atau perbuatan yang terungkap secara tak terkendali setelah terjadinya reaksi kaget. Tapi latah disini bukan merupakan sakit saraf, akan tetapi lebih cenderung mengikuti atau meniru-niru orang lain.
Read More..
Showing posts with label TELAAH. Show all posts
Showing posts with label TELAAH. Show all posts
Tuesday, October 4, 2011
Monday, August 22, 2011
KILAS BALIK RAMADHAN
Pernah suatu ketika suatu waktu pada bulan ramadhan perut terasa begitu lapar. Maklum saat itu merupakan awal dari puasa. Sehingga perut belum terbiasa menerima kondisi tersebut. Siang itu jam terasa begitu lambat. Menunggu adzan maghrib terasa lamaaa..sekali. Bayangan akan makanan yang terhidang di meja makan makin membuat perut ini tidak kuat menahan lapar.
Alhasil…..ketika maghrib tiba, dengan sedikit rasa tidak sabar saya makan dengan sedikit tergesa-gesa dan makan dengan lahap sekali.
Namun itu tidak berlangsung lama. Setelah beberapa menit, terasa perut ini sudah penuh terisi dan tidak mampu untuk di masuki makanan kembali.
Pengalaman di hari pertama membuat saya tidak berani mengulangi apa yang telah saya lakukan. Meskipun lapar namun berusaha untuk tidak terlalu buru-buru.
Di hari selanjutnya perut tidak terasa lapar. Karena sudah biasa dan tidak lagi terasa lapar yang sangat.
Namun di kemudian hari saya menjadi bertanya-tanya. Rasa lapar yang hilang malah menjadi suatu yang hambar. Puasa menjadi tidak begitu berarti tanpa ada rasa lapar. Timbul pertanyaan dalam hati, kenapa bisa menjadi begini hambar?
Dari situlah saya mengerti mungkin rasa lapar adalah salah satu inti dari puasa tersebut. Lapar adalah salah satu nilai utama dari puasa tersebut. Dari lapar itulah akan timbul nilai-nilai di sana.
Read More..
Wednesday, July 27, 2011
MASJID SEBAGAI WAHANA KETAHANAN PEROKONOMIAN RAKYAT
Saat saya akan menulis ini sempat terifikir pasti akan ada pro kontra yang lumayan di sana. Akan tetapi saya menulis ini hanya sekedar pandangan saja dan tidak memiliki niat apapun.
Beranjak dari pemikiran saya ketika mengamati roda/ laju masuk dan keluarnya uang di masjid, timbul secercah pemikiran. Pemikiran ini mungkin bisa di pandang sebagian orang baik, tapi juga sebaliknya. Namun maksud saya menulis ini tidak lain demi kebaikan saja dan tidak memiliki tendensi apapun.
Suatu hari...saya sholat di sebuah masjid yang masih dalam taraf pengembangan pembangunan. Kesan yang saya tangkap ketika memasuki pelataran masjid, bahwasanya manajemen dan pengelolaan masjid disini lumayan profesional. Didalam masjid (masih di serambi masjid) duduk 2 orang petugas dengan 3 meja kecil yang diatasnya di letakkan kwitansi shodaqoh. Mulai dari pecahan yang paling kecil Rp.5000 hingga ratusan ribu.
Dan yang membuat saya kagum lagi adalah jumlah laju masuk keluarnya uang lumayan besar serta kas yang tertera pun lumayan besar pula.
Kemudian saya berfikir, seandainya saja uang tersebut dapat di kelola dengan baik tentu akan memberikan manfaat yang jauh lebih besar.
Read More..
Tuesday, June 14, 2011
Memimpin Dengan Hati
Ketika saya membaca sebuah artikel atau tulisan di lounge forum kaskus..tentang sepak terjang walikota Solo...saya cukup terkagum. Namun itu belum seberapa sebelum saya menyaksikan kutipan video dari sebuah acara di Metro TV yang bertajuk Mata Najwa.
Sungguh saya di buat kagum...dan tak berhenti untuk melihat kembali kutipan video tersebut secara berulang-ulang.
Dialah Bapak Jokowi..seorang walikota..yang saya hampir tidak percaya. Kata-kata yang diucapkan terkesan sebagai seorang yang lembut. Akan tetapi ketika berbicara mengenai prinsip dan aturan terlihat nada tegas. Walikota yang mampu mengayomi masyarakatnya. Walikota yang..mempunya prestasi gemilang.
Gaya kepemimpinannya yang mengayomi "wong cilik" namun mampu bersikap adil terhadap rakyat menengah ke atas..membawanya memimpin kota solo dengan perolehan suara yang signifikan yaitu hampir 100% atau diatas 90%
ada satu kata yang membuat saya cukup terkesan dan membekas. Ketika di tanya..apa resep yang di berikan kepada calon pemimpin yang nota bene ingin memimpin dengan hati? di jawab oleh Bapak Jokowi dengan tegas dan lugas "jangan pernah mempunyai kepentingan disana, kepentingannya hanya satu yaitu rakyat kecil". Fantastis! memang seharusnya demikian adanya.....
Jika seorang pemimpin tidak mempunyai kepentingan apapun maka sudah dapat dipastikan ia dapat memimpin dengan adil dan bijak. rasanya bila saya berbicara banyak..saya khawatir di anggap berusaha membentuk opini...
untuk itu para netter dapat membaca sendiri beberapa kutipan dan video yang saya lampirkan.
http://www.kaskus.us/showthread.php?t=8598137
http://www.kaskus.us/showthread.php?t=6935097
http://www.kaskus.us/showthread.php?t=7132798
http://www.kaskus.us/showthread.php?t=7683137
http://rollingstone.co.id/read/2011/03/29/080715/1603333/1100/jokowi
http://catatansomen.blogspot.com/2010/04/belajar-dari-joko-widodo-walikota-solo.html
http://archive.kaskus.us/thread/5498817
http://matainginbicara.wordpress.com/2009/07/29/joko-widodo-for-president-hmm-mengapa-tidak/
http://matainginbicara.wordpress.com/2009/07/29/joko-widodo-for-president-hmm-mengapa-tidak/
untuk dapat melihat videonya dapat di lihat di sini
http://youseetube.com/video/5GHAO141M7BW/%C2%B6%C2%B6%C2%B6-All-about-Joko-Widodo-walikota-Surakarta-Solo-%C2%B6%C2%B6%C2%B6-Kaskus-The-Largest-Indonesian-Community4
http://youseetube.com/video/R5HKUW85G376/%C2%B6%C2%B6%C2%B6-All-about-Joko-Widodo-walikota-Surakarta-Solo-%C2%B6%C2%B6%C2%B6-Kaskus-The-Largest-Indonesian-Community3
http://youseetube.com/video/OSGU92DH11D6/%C2%B6%C2%B6%C2%B6-All-about-Joko-Widodo-walikota-Surakarta-Solo-%C2%B6%C2%B6%C2%B6-Kaskus-The-Largest-Indonesian-Community2
http://youseetube.com/video/SG2D5RG56NG8/%C2%B6%C2%B6%C2%B6-All-about-Joko-Widodo-walikota-Surakarta-Solo-%C2%B6%C2%B6%C2%B6-Kaskus-The-Largest-Indonesian-Community
catatan : untuk dapat melihat video diatas silahkan melakukan pendaftaran
Read More..
ada satu kata yang membuat saya cukup terkesan dan membekas. Ketika di tanya..apa resep yang di berikan kepada calon pemimpin yang nota bene ingin memimpin dengan hati? di jawab oleh Bapak Jokowi dengan tegas dan lugas "jangan pernah mempunyai kepentingan disana, kepentingannya hanya satu yaitu rakyat kecil". Fantastis! memang seharusnya demikian adanya.....
Jika seorang pemimpin tidak mempunyai kepentingan apapun maka sudah dapat dipastikan ia dapat memimpin dengan adil dan bijak. rasanya bila saya berbicara banyak..saya khawatir di anggap berusaha membentuk opini...
untuk itu para netter dapat membaca sendiri beberapa kutipan dan video yang saya lampirkan.
http://www.kaskus.us/showthread.php?t=8598137
http://www.kaskus.us/showthread.php?t=6935097
http://www.kaskus.us/showthread.php?t=7132798
http://www.kaskus.us/showthread.php?t=7683137
http://rollingstone.co.id/read/2011/03/29/080715/1603333/1100/jokowi
http://catatansomen.blogspot.com/2010/04/belajar-dari-joko-widodo-walikota-solo.html
http://archive.kaskus.us/thread/5498817
http://matainginbicara.wordpress.com/2009/07/29/joko-widodo-for-president-hmm-mengapa-tidak/
http://matainginbicara.wordpress.com/2009/07/29/joko-widodo-for-president-hmm-mengapa-tidak/
untuk dapat melihat videonya dapat di lihat di sini
http://youseetube.com/video/5GHAO141M7BW/%C2%B6%C2%B6%C2%B6-All-about-Joko-Widodo-walikota-Surakarta-Solo-%C2%B6%C2%B6%C2%B6-Kaskus-The-Largest-Indonesian-Community4
http://youseetube.com/video/R5HKUW85G376/%C2%B6%C2%B6%C2%B6-All-about-Joko-Widodo-walikota-Surakarta-Solo-%C2%B6%C2%B6%C2%B6-Kaskus-The-Largest-Indonesian-Community3
http://youseetube.com/video/OSGU92DH11D6/%C2%B6%C2%B6%C2%B6-All-about-Joko-Widodo-walikota-Surakarta-Solo-%C2%B6%C2%B6%C2%B6-Kaskus-The-Largest-Indonesian-Community2
http://youseetube.com/video/SG2D5RG56NG8/%C2%B6%C2%B6%C2%B6-All-about-Joko-Widodo-walikota-Surakarta-Solo-%C2%B6%C2%B6%C2%B6-Kaskus-The-Largest-Indonesian-Community
catatan : untuk dapat melihat video diatas silahkan melakukan pendaftaran
Sunday, June 12, 2011
MABUK KETIKA SHOLAT..
Saya yakin ketika para netter membaca ini…yang terlintas pertama kali dalam benak adalah minum minuman keras ketika sholat. Itu benar..namun yang mau penulis coba utarakan di sini bukan mengenai hal itu. Akan tetapi sisi lain.
Ada salah seorang kawan penulis yang boleh di katakana rajin beribadah. Begitu khusu’nya. Hampir setiap saat sholat di masjid. Sholat sunnah pun tidak ketinggalan. Terlihat perfect!!! (sempurna).
Namun penilaian penulis berubah ketika melihat apa yang dia lakukan. Saat itu dia menegur..salah seorang kawan penulis. Dalam hal ini penulis lupa secara detail apa yang dia katakan. Yang teringat dalam benak penulis bahwasanya dalam tegurannya terasa ada nada kesombongan.
Hal ini sering sekali terjadi tanpa di sadari. Tidak hanya dalam diri kawan penulis akan tetapi bias juga terjadi pada diri kita tanpa kita sadari.
Merasa paling benar dan paling dekat kepada Yang Kuasa
Ini yang paling sering terjadi tanpa di sadari. Karena telah melakukan semua ibadah mahdhoh sesuai aturan dan melakukan ibadah yang lain…sehingga diri merasa paling benar dan paling suci. Mudah menyalahkan orang lain. Tidak mau mendengar nasihat orang lain yang notabene (dalam pandangan masih kalah tingkat ibadahnya dengan dirinya). Kesombongan tidak hanya terjadi dalam kasus harta saja. Bahkan tingkat ibadah pun bias terjadi kesombongan. Kalau sudah demikian maka dia sudah lupa akan hakikat dirinya. Hakikat dirinya sebagai manusia yang tidak luput dari kesalahan dan mustahil senantiasa dalam kesucian. Kalau sudah demikian maka tak ubahnya layaknya seorang pemabuk. Pemabuk adalah orang yang lupa akan dirinya.
Implementasi dalam Ibadah.
Allah berfirman dalam sebuah ayatnya “jangan lah engkau dekati sholat ketika sedang mabuk”. Karena hakikatnya percuma dan tidak bernilai. Ketika kita melakukan sesuatu tanpa kita sadari maka hal tersebut sia-sia. Begitu pula mabuk dalam beribadah. Orang yang mabuk dalam beribadah..maka akan di liputi kesombongan. Kalau sudah sombong maka ibadah tadi menjadi tidak bernilai.
Allah berfirman dalam ayatnya..janganlah engkau berjalan di muka bumi ini dengan sombong”. Bermakna kita tidak boleh sombong dalam hal apapun dan dalam segi apapun. Karena kesombongan senantiasa mendatangkan keburukan. Sama ada pada dirinya sendiri maupun lingkungan.
Orang yang benar-benar bertaqwa kepada Allah akan senantiasa terlihat dalam kehidupan sehari-harinya. Tidak hanya dalam hal ubudiyah akan tetapi juga muamalah. Itulah prinsip sebenarnya dakwah. Mengimplementasikan ibadah kita dalam kehidupan sehari-hari sehingga kita mampu membawa ajaran yang kita yakini dan memberikan pemahaman kepada orang lain yang belum mengetahuinya.
Read More..
Monday, July 26, 2010
KEARIFAN DALAM BERDAKWAH
Tulisan ini adalah sekedar wacana dari pemikiran joen tanpa mewakili apapun.
Saat ini menonton film kisah sunan-sunan....terbesit pertanyaan.... kira-kira diantara para sunan....siapa ya yang paling terkenal?
akhirnya dari survey 10 orang anak.....hampir 8 diantaranya ketika di tanya nama sunan...yang pertama kali di sebut sunan Kalijaga.
Adalah hal yang wajar jika demikian. Jika di tilik kembali....memang sunan kali jaga lah yang paling di kenal. Kenapa demikian?
Bisa jadi karena metode dakwahnya yang unik. Bisa juga karena asal-usul beliau sebelum menjadi sunan. Bisa juga hal yang lain.
Tapi memang metode dakwah sunan Kalijagalah yang unik. Ingat bagaimana sunan Kalijaga saat itu ditegur ketika memakai kemenyan sebagai wewangian ruangan ketika ada pertemuan(karena kemenyan dekat dengan perdukunan dan hal klenik)? dan bukan memakai wewangian yang lain? Dengan bijaknya beliau menjawab "Apakah ada larangan menggunakan kemenyan sebagai wewangian?", "Dan bukankah Rasulullah menganjurkan untuk senantiasa memakai wewangian?". Begitu pula dengan pakaian yang lebih suka memakai pakaiaan laksana rakyat biasa daripada memakai gamis dan sorban putih. Inilah kiranya yang membuat Islam menyebar cepat dan mengena di kalangan masyarakat Indonesia.
Hendaknya para Da'i mampu mengikuti metode dakwah yang di contohkan oleh para sunan. Hendaknya mampu berbaur dengan masyarakat dan tidak menonjolkan dirinya yang akan membuat orang menjadi segan rikuh (bahasa jawa). Da'i juga mampu menunjukkan bahwasanya agama itu mudah dan tidak sulit sehingga orang mau untuk mendalaminya.
Namun kenyataan sekarang adalah berbeda. Dimana Da'i begitu mencolok......terkadang pula secara tidak langsung menunjukkan bahwa agama itu sulit.
Penulis pernah membaca sebuah tulisan di Internet dimana seorang yang ingin sholat namun bingung bacaan sholat karena banyaknya bacaan sholat yang ada dan banyaknya sunah-sunah dalam wudhu yang kesannya kuat harus di lakukan jika ingin sempurna wudhunya. Hal ini akan mengakibatkan orang malas untuk mendalaminya. Bahkan mungkin orang tersebut akan malas untuk wudhu dan sholat.
Hendaknya seorang da'i mengetahui kondisi psikologi umat yang di hadapinya. Sehingga ia tidak hanya menguasai materi namun juga kondisi umat. Seorang Da'i harus mampu memberi ustwah yang nyata. Tidak hanya dalam bentuk hablu minallah tapi juga hablu minannas.
Tidak hanya dari segi Ibadah...tapi juga muammalah. Da'i harus mampu merakyat. Membaur dengan masyarkat, menjadi kawan dekat mereka menjadi orang tua bukan menjadi seorang yang begitu disegani sehingga orang menjadi rikuh untuk mendekat apalagi bertanya.
Contoh berdakwah bisa kita lihat dalam tindak-tanduk para sunan. Lihat bagaimana sunan Kalijaga mengajarkan cara wudhu cukup dengan wudhu yang sangat sederhana sebelum menonton wayang. Bagaimana sunan Kalijaga berusaha merakyat dengan cara menjelma menjadi rakyat biasa dengan cara mencangkul di ladang dan menjadi tukang kebun.
semoga itu semua bisa menjadi wacana bagi kita untuk pengembangan umat.
Read More..
Saat ini menonton film kisah sunan-sunan....terbesit pertanyaan.... kira-kira diantara para sunan....siapa ya yang paling terkenal?
akhirnya dari survey 10 orang anak.....hampir 8 diantaranya ketika di tanya nama sunan...yang pertama kali di sebut sunan Kalijaga.
Adalah hal yang wajar jika demikian. Jika di tilik kembali....memang sunan kali jaga lah yang paling di kenal. Kenapa demikian?
Bisa jadi karena metode dakwahnya yang unik. Bisa juga karena asal-usul beliau sebelum menjadi sunan. Bisa juga hal yang lain.
Tapi memang metode dakwah sunan Kalijagalah yang unik. Ingat bagaimana sunan Kalijaga saat itu ditegur ketika memakai kemenyan sebagai wewangian ruangan ketika ada pertemuan(karena kemenyan dekat dengan perdukunan dan hal klenik)? dan bukan memakai wewangian yang lain? Dengan bijaknya beliau menjawab "Apakah ada larangan menggunakan kemenyan sebagai wewangian?", "Dan bukankah Rasulullah menganjurkan untuk senantiasa memakai wewangian?". Begitu pula dengan pakaian yang lebih suka memakai pakaiaan laksana rakyat biasa daripada memakai gamis dan sorban putih. Inilah kiranya yang membuat Islam menyebar cepat dan mengena di kalangan masyarakat Indonesia.
Hendaknya para Da'i mampu mengikuti metode dakwah yang di contohkan oleh para sunan. Hendaknya mampu berbaur dengan masyarakat dan tidak menonjolkan dirinya yang akan membuat orang menjadi segan rikuh (bahasa jawa). Da'i juga mampu menunjukkan bahwasanya agama itu mudah dan tidak sulit sehingga orang mau untuk mendalaminya.
Namun kenyataan sekarang adalah berbeda. Dimana Da'i begitu mencolok......terkadang pula secara tidak langsung menunjukkan bahwa agama itu sulit.
Penulis pernah membaca sebuah tulisan di Internet dimana seorang yang ingin sholat namun bingung bacaan sholat karena banyaknya bacaan sholat yang ada dan banyaknya sunah-sunah dalam wudhu yang kesannya kuat harus di lakukan jika ingin sempurna wudhunya. Hal ini akan mengakibatkan orang malas untuk mendalaminya. Bahkan mungkin orang tersebut akan malas untuk wudhu dan sholat.
Hendaknya seorang da'i mengetahui kondisi psikologi umat yang di hadapinya. Sehingga ia tidak hanya menguasai materi namun juga kondisi umat. Seorang Da'i harus mampu memberi ustwah yang nyata. Tidak hanya dalam bentuk hablu minallah tapi juga hablu minannas.
Tidak hanya dari segi Ibadah...tapi juga muammalah. Da'i harus mampu merakyat. Membaur dengan masyarkat, menjadi kawan dekat mereka menjadi orang tua bukan menjadi seorang yang begitu disegani sehingga orang menjadi rikuh untuk mendekat apalagi bertanya.
Contoh berdakwah bisa kita lihat dalam tindak-tanduk para sunan. Lihat bagaimana sunan Kalijaga mengajarkan cara wudhu cukup dengan wudhu yang sangat sederhana sebelum menonton wayang. Bagaimana sunan Kalijaga berusaha merakyat dengan cara menjelma menjadi rakyat biasa dengan cara mencangkul di ladang dan menjadi tukang kebun.
semoga itu semua bisa menjadi wacana bagi kita untuk pengembangan umat.
Friday, June 18, 2010
Arti sebuah Maaf
Maaf, mungkin kata yang simple namun juga berat. Tergantung siapa yang akan berbicara. Bila kita tidak terbiasa mengucapkan kata itu mungkin akan sulit sekali mengucapkan kata itu.
sering orang sulit mengucapkan kata "maaf" mana kala dia berbuat salah. Apata lagi jika maaf itu tulus. Rasanya jarang dan sulit ada orang yang mampu mengucapkan kata maaf dengan tulus. Jika ingin tahu ketulusan maaf dari seseorang pandanglah matanya maka akan terlihat tidak atau tulusnya maaf orang tersebut.
banyak alasan kenapa orang malas mengakui kesalahan dan mengucapkan kata maaf. Bisa jadi si mpunya salah mempunyai kedudukan yang tinggi, merasa paling terhormat, merasa paling benar dll.
Terlepas dari itu semua, kepribadian tersebut mencerminkan bahwa diri orang tersebut adalah sombong. Padahal Allah tidak menginginkan manusia yang sombong.
Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung
(Al-Isra : 37)
Hati-hatilah. Karena secara tidak langsung sifat ini menempel pada diri kita secara tidak langsung.
Namun terkadang ada pula orang yang dengan mudahnya mengucapkan kata maaf. Baginya kata "maaf" layaknya sebuah Lipstik pemanis bibir.
Maka sikap kita hendaknya Ucapkanlah kata maaf dengan tulus.
Jujurlah dan akuilah kesalahan kita manakala kita berbuat salah, meskipun pangkat kita lebih tinggi kedudukan kita lebih tinggi karena itu semua tidak bernilai di mata Allah
Yang bernilai di mata Allah hanyalah nilai Taqwa seseorang dan bukan yang menempel pada dirinya.
semoga Allah berkenan membimbing dan menjaga kita semua amien
Read More..
sering orang sulit mengucapkan kata "maaf" mana kala dia berbuat salah. Apata lagi jika maaf itu tulus. Rasanya jarang dan sulit ada orang yang mampu mengucapkan kata maaf dengan tulus. Jika ingin tahu ketulusan maaf dari seseorang pandanglah matanya maka akan terlihat tidak atau tulusnya maaf orang tersebut.
banyak alasan kenapa orang malas mengakui kesalahan dan mengucapkan kata maaf. Bisa jadi si mpunya salah mempunyai kedudukan yang tinggi, merasa paling terhormat, merasa paling benar dll.
Terlepas dari itu semua, kepribadian tersebut mencerminkan bahwa diri orang tersebut adalah sombong. Padahal Allah tidak menginginkan manusia yang sombong.
Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung
(Al-Isra : 37)
Hati-hatilah. Karena secara tidak langsung sifat ini menempel pada diri kita secara tidak langsung.
Namun terkadang ada pula orang yang dengan mudahnya mengucapkan kata maaf. Baginya kata "maaf" layaknya sebuah Lipstik pemanis bibir.
Maka sikap kita hendaknya Ucapkanlah kata maaf dengan tulus.
Jujurlah dan akuilah kesalahan kita manakala kita berbuat salah, meskipun pangkat kita lebih tinggi kedudukan kita lebih tinggi karena itu semua tidak bernilai di mata Allah
Yang bernilai di mata Allah hanyalah nilai Taqwa seseorang dan bukan yang menempel pada dirinya.
semoga Allah berkenan membimbing dan menjaga kita semua amien